Tawangmangu, Karanganyar - Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat mengular di ruas jalan utama yaitu di pasar menuju kawasan wisata Tawangmangu pada Sabtu, 6 Desember 2025 (waktu sekitar sore–petang), menyusul melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan. Banyak mobil dan motor terpaksa menyeret perlahan atau bahkan berhenti total, akibat jalur menyempit dan parkir di badan jalan.
Warga dan wisatawan mengaku frustrasi akibat kemacetan yang tak kunjung usai. “Dari Karangpandan ke sini saja hampir satu jam, banyak mobil parkir di pinggir jalan, motornya susah maju karena jalannya tinggal satu lajur,” ujar Rini (26), seorang pengendara dari Solo. “Semestinya ada area parkir khusus dan petugas lalu lintas supaya jalan tidak sesak seperti ini.” Menurut para pengendara dan warga setempat, kemacetan dipicu dua hal utama: tingginya volume kendaraan wisatawan saat akhir pekan, serta terbatasnya area parkir. Akibatnya, banyak pengunjung memilih parkir di pinggir jalan, menyempitkan badan jalan, sekaligus membuat pejalan kaki turun ke badan jalan karena trotoar dan pinggir jalan dipenuhi pedagang kaki lima. Kondisi itu diperparah oleh karakter jalan yang berkelok dan relatif sempit di sejumlah titik.
Volume kendaraan wisatawan dari berbagai wilayah Solo raya, dan luar daerah meningkat tajam sejak siang, menjelang sore. Puncaknya terjadi saat banyak keluarga dan rombongan wisatawan tiba bersamaan. Karena ruang parkir resmi penuh atau tidak tersedia, pengunjung pun memarkir kendaraan di pinggir jalan, menambah beban lalu lintas. Kepadatan arus lalu lintas membuat mobilitas wisatawan terganggu; banyak dari mereka mengaku melewatkan waktu berkunjung karena terjebak antrean kemacetan. Warga lokal pun ikut terdampak, akses jalan menjadi lambat, dan aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Selain itu, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pejalan kaki dan pemotor yang harus menavigasi ruang sempit bersama kendaraan besar.
“Kalau ada petugas mengatur arus atau area parkir khusus, mungkin tidak akan separah ini,” tambah Parmin, menyoroti minimnya pengaturan lalu lintas pada hari tersebut. Fenomena kemacetan di Tawangmangu bukan hal baru, para pengendara dan warga berharap agar pihak berwenang mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
-
Menyediakan area parkir terpusat (off-street), sehingga wisatawan tidak memarkir di badan jalan.
-
Mengatur arus lalu lintas, misalnya dengan sistem satu arah atau petugas lalu lintas saat lonjakan wisatawan.
-
Menjaga trotoar dan area pedestrian agar tidak dipenuhi pedagang, sehingga pejalan kaki tidak harus turun ke badan jalan.
-
Menyediakan shuttle dari area parkir ke lokasi wisata untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama.
Tanpa penataan arus dan parkir yang tepat, kemacetan seperti Sabtu lalu bisa berulang, mengganggu kenyamanan wisatawan dan warga lokal, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan. |
Comments
Post a Comment